Simak Tips Mudah Merakit Power Bank dengan Kapasitas Besar

Merakit Power Bank

Power bank menjadi salah satu aksesoris smartphone yang cukup penting. Apalagi saat ini, penggunaan smartphone untuk berbagai hal sehingga menyebabkan baterai mudah habis. Power bank dengan kapasitas yang lebih besar seringkali diincar, karena bisa digunakan untuk mengisi daya berkali kali. Selain membeli di galery smartphone, kamu juga bisa merakitnya sendiri. Berikut ini cara membuat power bank dengan kapasitas yang besar.

Cara Membuat power Bank dengan Kapasitas yang Besar

1. Menyiapkan Bahan Bahan yang Digunakan untuk Power Bank

Langkah pertama untuk merakit power bank ini, kamu harus menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Diantaranya yaitu 4 buah baterai nimh dalam kondisi baru, pcb bekas dengan ukuran 2 x 4 cm, port charger nokia versi lama (kamu bisa menggunakan nokia 3230). Selain itu, kamu juga membutuhkan port USB female serta kabel merah dan kabel hitam yang akan digunakan untuk menghubungkan baterai ke charger nokia dan port USB female.

2. Menyiapkan Alat Alat yang Dibutuhkan

Selain menyiapkan bahan bahan yang dibutuhkan, kamu juga perlu menyiapkan alat alat yang digunakan untuk merakit power bank. Adapun alat alat yang dibutuhkan diantaranya solder, timah, gunting untuk memotong kabel, amplas halus untuk membersihkan kutub baterai, lem tembak sebagai perekat. Selanjutnya setelah alat alat ini sudah terkumpul, maka kamu bisa melakukan langkah selanjutnya.

3. Cara Merakit Power Bank

Pertama tama, ambil baterai kemudian bersihkan bagian kutubnya dengan amplas. Sebelum memakai baterai ini, kamu bisa menchargernya terlebih dahulu. Selanjutnya hubungan 4 baterai secara seri, kemudian solder kabel merah pada bagian kutub positif, dan kabel hitam pada bagian kutub negatif. Selanjutnya susun menjadi bentuk persegi, lalu solder pada pcb. Kemudian hubungkan kabel dengan USB female dan port charger nokia.

Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa penempatan untuk jalur positif dan negatif sudah sesuai. Setelah itu, susun dengan sesuai dan taruh port charger nokia di sela sela keempat baterai yang sudah disusun secara seri. Selanjutnya apitkan pcb diantara 4 baterai tersebut. Agar port dan pcb bisa merekat dengan baterai, maka kamu bisa menggunakan glue gun. Selanjutnya lapisi dengan stiker akar terlihat lebih rapi.

4. Menambah Kapasitas Baterai

Setelah menyusun baterai tersebut sehingga menjadi power bank, namun kamu masih ingin menambahkan kapasitas. Maka hal ini bisa dilakukan dengan cara menambahkan rangkaian baterai secara paralel. Jadi seandainya kapasitas 1 baterai sebesar 1200 mAh, maka untuk membuat powerbank dengan kapasitas 4800 mAh, dibutuhkan 4 buah baterai. Namun, jika menginginkan kapasitas powerbank 17600 mAh, maka dibutuhkan 8 baterai dengan kapasitas 2200 mAh.

5. Hal Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Merakit Power Bank

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat merakit power bank agar nantinya bisa digunakan. Diantaranya memastikan jika rangkaian polaritas tidak terbalik. Selain itu, pastikan juga bahwa kabel yang digunakan untuk menghubungkan baterai dengan port charger nokia maupun USB female sesuai. Dimana kabel berwarna merah untuk positif, sedangkan kabel hitam untuk negatif.

Jika dibandingkan dengan membeli power bank yang baru, maka merakit power bank dinilai lebih murah. Namun, untuk melakukannya kamu harus sudah mengerti tentang pemasangan kabel dan perangkaian baterai. Untuk mempermudah perakitan, kamu juga bisa meminta bantuan teman yang memang sudah ahli di bidangnya. Selain cara di atas, kamu juga bisa membuat power bank dengan kapasitas yang besar menggunakan module.

Yuk ketahui penerapan Teknologi Pertanian Di Indonesia

Teknologi Pertanian Di Indonesia

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi pada peradaban manusia juga semakin maju dan canggih. Bahkan dalam bidang pertanian pun, sudah mulai menerapkan teknologi canggih. Pasalnya dengan adanya bantuan teknologi di bidang pertanian, akan terjadi efektivitas penanaman, perawatan, hingga peningkatan hasil panen. Lalu teknologi apa saja yang telah diterapkan pada bidang pertanian di Indonesia? Yuk simak dalam ulasan ini.

Mesin Pemilih Bibit Unggul

Kini dengan semakin canggihnya teknologi, petani tidak perlu menentukan bibit berkualitas secara langsung. Pasalnya, para petani tersebut bisa menggunakan mesin pemilih bibit unggul untuk memilih bibit yang berkualitas. Mesin canggih satu ini banyak digunakan oleh perusahaan penyedia bibit unggul. Dengan adanya mesin pemilih bibit unggul ini, petani sudah tidak perlu khawatir lagi jika menanam bibit dengan kualitas yang buruk.

Instalasi Pengolahan Limbah

Yang paling sering terjadi yakni limbah ternak yang tidak diolah dengan baik oleh para petani. Padahal, limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih baik. Yang mana limbah tersebut sangat bagus bila dijadikan pupuk organik. Jika petani tidak bisa mengolahnya sendiri, maka tidak perlu khawatir. Sebab sudah ada instansi pengolah limbah. Dimana dengan menggunakan instansi pengolah limbah ini, maka limbah yang awalnya tidak bermanfaat dapat diubah menjadi pupuk organik.

Indo Combine Harvester

Teknologi satu ini, dapat membantu petani untuk lebih mudah dalam urusan panen. Pasalnya mulai dari pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, sortasi, hingga pengantongan dapat dilakukan oleh Indo Combine Harvester. Sehingga petani tidak membutuhkan banyak orang untuk memanen padi. Pasalnya untuk satu mesin hanya membutuhkan 3 orang saja, dengan kapasitas kerja 4 hingga 6 jam per hektar.

Teknologi Indo Combine Harvester akan semakin baik performanya saat digunakan pada lahan yang basah. Alat ini memiliki gaya tekan pada tanah 0,13 kg per cm persegi, dimana dapat memperkecil kemungkinan mesin akan terperosok ke dalam tanah. Makin kerennya lagi, mesin Indo Combine Harvester satu ini mampu menghasilkan gabah dengan tingkat kebersihan 99,5 persen.

Teknologi Transplanter

Teknologi dalam bidang pertanian ini pertama kali direkomendasikan oleh Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Pertanian, yakni untuk memberi jarak yang pas pada saat menanam padi. Dimana sistem teknologi ini menganut pada sistem menanam padi jajar legowo dari Jawa Timur. Teknologi ini diklaim dapat meningkatkan produksi padi hingga 30 persen.

Harga per unit mesin transplanter, dibanderol sekitar Rp. 75 juta. Namun tidak perlu khawatir, pasalnya pemerintah telah berencana untuk memberikan bantuan mesin ini kepada para petani. Saat digunakan untuk menanam padi, mesin transplanter tidak akan tenggelam dalam lumpur. Karena mesin ini telah dilengkapi dengan pengapung dan telah dirancang dengan berat seringan mungkin.

Alat Pengering Kedelai

Teknologi dalam pertanian ini dapat membantu mencegah terjadinya penurunan kualitas kedelai, karena akibat terjadinya proses pengeringan yang terlambat. Alat ini dapat mempersingkat proses pengeringan, yang biasanya berlangsung hingga delapan hari bisa menjadi satu hari. Namun tidak hanya itu saja, alat pengering ini juga bisa meningkatkan daya tumbuh benih kedelai hingga 90,3 persen.

Demikian teknologi yang dikembangkan untuk membantu pertanian yang ada di Indonesia. Dimana semua teknologi tersebut sengaja dirancang dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dan hasil panen. Namun tidak hanya itu, dengan adanya teknologi ini dapat dibuktikan jika petani masa kini juga bisa go digital dan tidak mau tertinggal dengan zaman. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan Anda.