Yuk ketahui penerapan Teknologi Pertanian Di Indonesia

Teknologi Pertanian Di Indonesia

Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi pada peradaban manusia juga semakin maju dan canggih. Bahkan dalam bidang pertanian pun, sudah mulai menerapkan teknologi canggih. Pasalnya dengan adanya bantuan teknologi di bidang pertanian, akan terjadi efektivitas penanaman, perawatan, hingga peningkatan hasil panen. Lalu teknologi apa saja yang telah diterapkan pada bidang pertanian di Indonesia? Yuk simak dalam ulasan ini.

Mesin Pemilih Bibit Unggul

Kini dengan semakin canggihnya teknologi, petani tidak perlu menentukan bibit berkualitas secara langsung. Pasalnya, para petani tersebut bisa menggunakan mesin pemilih bibit unggul untuk memilih bibit yang berkualitas. Mesin canggih satu ini banyak digunakan oleh perusahaan penyedia bibit unggul. Dengan adanya mesin pemilih bibit unggul ini, petani sudah tidak perlu khawatir lagi jika menanam bibit dengan kualitas yang buruk.

Instalasi Pengolahan Limbah

Yang paling sering terjadi yakni limbah ternak yang tidak diolah dengan baik oleh para petani. Padahal, limbah tersebut bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih baik. Yang mana limbah tersebut sangat bagus bila dijadikan pupuk organik. Jika petani tidak bisa mengolahnya sendiri, maka tidak perlu khawatir. Sebab sudah ada instansi pengolah limbah. Dimana dengan menggunakan instansi pengolah limbah ini, maka limbah yang awalnya tidak bermanfaat dapat diubah menjadi pupuk organik.

Indo Combine Harvester

Teknologi satu ini, dapat membantu petani untuk lebih mudah dalam urusan panen. Pasalnya mulai dari pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, sortasi, hingga pengantongan dapat dilakukan oleh Indo Combine Harvester. Sehingga petani tidak membutuhkan banyak orang untuk memanen padi. Pasalnya untuk satu mesin hanya membutuhkan 3 orang saja, dengan kapasitas kerja 4 hingga 6 jam per hektar.

Teknologi Indo Combine Harvester akan semakin baik performanya saat digunakan pada lahan yang basah. Alat ini memiliki gaya tekan pada tanah 0,13 kg per cm persegi, dimana dapat memperkecil kemungkinan mesin akan terperosok ke dalam tanah. Makin kerennya lagi, mesin Indo Combine Harvester satu ini mampu menghasilkan gabah dengan tingkat kebersihan 99,5 persen.

Teknologi Transplanter

Teknologi dalam bidang pertanian ini pertama kali direkomendasikan oleh Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Kementerian Pertanian, yakni untuk memberi jarak yang pas pada saat menanam padi. Dimana sistem teknologi ini menganut pada sistem menanam padi jajar legowo dari Jawa Timur. Teknologi ini diklaim dapat meningkatkan produksi padi hingga 30 persen.

Harga per unit mesin transplanter, dibanderol sekitar Rp. 75 juta. Namun tidak perlu khawatir, pasalnya pemerintah telah berencana untuk memberikan bantuan mesin ini kepada para petani. Saat digunakan untuk menanam padi, mesin transplanter tidak akan tenggelam dalam lumpur. Karena mesin ini telah dilengkapi dengan pengapung dan telah dirancang dengan berat seringan mungkin.

Alat Pengering Kedelai

Teknologi dalam pertanian ini dapat membantu mencegah terjadinya penurunan kualitas kedelai, karena akibat terjadinya proses pengeringan yang terlambat. Alat ini dapat mempersingkat proses pengeringan, yang biasanya berlangsung hingga delapan hari bisa menjadi satu hari. Namun tidak hanya itu saja, alat pengering ini juga bisa meningkatkan daya tumbuh benih kedelai hingga 90,3 persen.

Demikian teknologi yang dikembangkan untuk membantu pertanian yang ada di Indonesia. Dimana semua teknologi tersebut sengaja dirancang dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dan hasil panen. Namun tidak hanya itu, dengan adanya teknologi ini dapat dibuktikan jika petani masa kini juga bisa go digital dan tidak mau tertinggal dengan zaman. Semoga ulasan ini dapat menambah wawasan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *